Showing posts with label investasi saham. Show all posts
Showing posts with label investasi saham. Show all posts

Wednesday, October 26, 2016

Cara Investasi Saham Jangka Panjang Dengan Analisa Teknikal

Banyak pemula main saham mengira bahwa satu-satunya analisa untuk investasi saham jangka panjang adalah analisa fundamental.

 Salah.

Mereka juga mengira bahwa analisa teknikal hanya untuk trading saham jangka pendek.

 Juga salah.

Memang, kebanyakan investor jangka panjang adalah penganut analisa fundamental. Tapi ini tidak berarti analisa teknikal tidak bisa digunakan untuk investasi saham jangka panjang.

Tidak percaya?

Silahkan baca buku Secrets for Profiting in Bull and Bear Market yang ditulis Stan Weinstein. Di buku ini Stan Weinstein menjelaskan dengan rinci cara investasi saham jangka panjang dengan analisa teknikal.

Figure 1. Cover Buku Stan Weinstein Secrets for Profiting in Bull and Bear Markets

[Catatan: Melihat foto Stan Weinstein di cover buku tersebut, anda mungkin menerka bahwa ini buku jadul. Betul, buku ini pertama kali terbit tahun 1988 dan bisa dikategorikan jadul.  Tapi konsep yang ditawarkan Stan Weinstein tetap relevan untuk saat ini.]


Filosofi yang diajukan Stan Weinstein adalah sebagai berikut:

1. Never buy or sell a stock without checking the chart.

Jangan pernah membeli atau menjual saham tanpa mengecek grafik saham.

2. Never buy a stock when good news comes out, especially if the chart shows a significant advance prior to the news release.

Jangan pernah membeli saham ketika keluar berita bagus, terutama bila terlihat di grafik bahwa harga saham sudah naik banyak sebelum berita keluar.

3. Never buy a stock because it appears cheap after getting smashed. When it sells off further, you'll find out that cheap can become far cheaper!

Jangan pernah membeli saham karena kelihatannya murah setelah harga saham anjlok banyak. Ketika saham turun lebih dalam lagi, anda akan tahu bahwa yang murah bisa menjadi lebih murah.

4. Never buy a stock in a downtrend on the chart.

Jangan pernah membeli saham yang grafiknya downtrend. (Belum tahu arti istilah downtrend? Silahkan baca pos "Arti Istilah Saham Trending Trendless.")

5. Never hold a stock that is in downtrend no matter how low the price/earnings ratio. Many weeks later and several points lower, you'll find out why the stock is going down.

Jangan pernah memegang saham yang sedang downtrend tak peduli seberapapun rendah price/earnings ration-nya. [Kalau anda belum tahu arti price/earnings ration, silahkan baca pos "Arti Istilah Price-to-Earnings Ratio."] Beberapa minggu kemudian dan beberapa point lebih rendah, anda akan tahu mengapa saham tersebut turun.

6. Always be consistent. If you find that you're sometimes buying, sometimes selling in practically identical situations, then there is something terribly wrong with your discipline.

Selalu konsisten. Kalau anda kadang membeli, kadang menjual pada situasi yang sama persis, berarti ada masalah besar dengan disiplin anda.

Figure 2. Hal-hal Yang Harus Diperhatikan di Grafik Menurut Stan Weinstein

Jadi kalau anda ingin investasi saham jangka panjang tapi tidak minat membaca laporan keuangan perusahaan, silahkan pelajari cara investasi saham yang dijabarkan Stan Weinstein di buku Secrets for Profiting in Bull and Bear Markets.


    Tuesday, October 4, 2016

    Saham Termahal Di Bursa Efek Indonesia

    Tahukah anda apa saham paling mahal saat ini secara Rupiah di Bursa Efek Indonesia?

    Apakah saham Gudang Garam (GGRM)?

    Harga (Close) GGRM di Rp 53.500 pada tanggal 03 Juni 2014 membuat GGRM masuk kategori saham mahal secara Rupiah. Tapi GGRM bukan saham paling mahal.

    Gimana kalau HM Sampoerna (HMSP)?

    Dengan harga Close Rp 68.400 pada tanggal 03 Juni 2014, HMSP lebih mahal daripada GGRM. Tapi, HMSP juga bukan saham paling mahal di Bursa Efek Indonesia.

    Nyerah?

    Saham paling mahal secara Rupiah di Bursa Efek Indonesia saat ini—Juni 2014—adalah Multi Bintang Indonesia (MLBI). Harga (Close) MLBI pada tanggal 03 Juni 2014 adalah Rp 1.100.000 per saham.

    [Catatan: Saham MLBI melakukan stock-split 1 saham lama menjadi 100 saham baru, Cum Date 05 November 2014.]

    Anda tidak salah baca. Harga per lembar saham MLBI adalah satu juta seratus ribu rupiah.

    Karena membeli saham di pasar regular BEI minimum adalah 1 lot dan sejak Januari 2014 satu lot adalah 100 lembar (silahkan baca pos "Dampak Perubahan Satuan Lot & Fraksi Harga Saham") berarti kalau anda mau membeli saham MLBI, anda harus menyiapkan uang minimum Rp 110 juta.

    Perlu saya ingatkan bahwa saham ini TERMAHAL SECARA RUPIAH. Tapi secara analisa fundamental, saham tersebut belum tentu mahal. Bisa saja saham MLBI ini masih murah menurut indikator analisa fundamental tertentu. Silahkan baca pos "Apa Inti Analisa Fundamental." 

    Dengan harga Rupiah mahal, apakah saham MLBI masih menarik untuk dibeli?

    Terus terang saya tidak tahu.

    Tapi menurut saya, pemain saham yang membeli MLBI bukan tipe trader karena saham ini tidak liquid (tidak banyak transaksinya). Pembeli MLBI kemungkinan besar adalah tipe investor jangka panjang yang mengharapkan dividen. (Kalau anda tidak tahu arti dividen, silakan baca pos "Arti Istilah 'Dividen' Saham.")

    Nah, tentang dividen, pada bulan Juni 2014 ini MLBI akan membayarkan dividen final tahun 2013 dengan jadwal sebagai berikut:

    Cum Dividen: 05 Juni 2014
    Ex Dividen: 06 Juni 2014
    Tanggal Pembayaran Dividen: 24 Juni 2014
    Dividen per saham: Rp. 46.076.


    Sedikit informasi tambahan tentang saham MLBI:

    Harga tertinggi MLBI adalah Rp 1.500.000 per saham, terjadi pada bulan Mei 2013.

    Harga MLBI di Januari 2009 adalah sekitar Rp 60.000.

    Dividen per saham tahun 2009: Rp 16.150.
    Dividen per saham tahun 2010: Rp 21.279.
    Dividen per saham tahun 2011: Rp 24.074.
    Dividen interim per saham tahun 2012: Rp 6.950.
    Dividen final per saham 2012: Rp 14.566
    Dividen interim per saham tahun 2013: Rp 9.500.
    Dividen final per saham tahun 2013: Rp 46.076.

    (Sumber: Laporan Keuangan Multi Bintang Indonesia di multibintang.co.id dan Data KSEI untuk saham MLBI.)


    Mari kita berandai-andai.

    Misalkan anda membeli MLBI di tahun 2009 di harga Rp 60.000. Jumlah dividen yang anda dapat dari tahun 2009 sampai dengan Juni tahun 2014 adalah Rp 138.595. Setelah dipotong PPh (pajak penghasilan) dividen 15%, jumlah yang anda terima Rp 117.805.

    Dividen selama 5 tahun terakhir ini hampir 2 x lipat harga beli saham MLBI tersebut. Jadi kalau anda memegang saham MLBI sejak tahun 2009, saham tersebut sudah terbayar dari dividen yang anda dapat. Dan anda masih mengantongi dividen hampir selipat dari harga beli saham.

    Tambahan lagi, saham MLBI anda masih laku dijual Rp. 1.100.000 per lembar, 19 x lipat dari harga beli. Jadi total jenderal anda mendapat untung 20 x lipat dalam 5 tahun.

    Nah, kalau saya adalah investor jangka panjang, saham yang akan saya pegang untuk jangka panjang adalah saham seperti MLBI ini.

    Aaah, berandai-andai emang enak ya.

    Tips Meraih Profit Investasi Saham Menurut Soeratman Doerachman "Investor senior" Indonesia

    Dalam mencari keuntungan dalam berbinis ada alternatif yang sangat bagus dan menjanjikan adalah berinvestasi di saham melalui peruahaan sekuritas yang terpercaya. Apakah saham itu mempunyai potensi selalu profit terus? Jawabnya semua tergantung rejeki kita masing-masing. Dan kita hanya bisa berusaha dengan cara memaksimalkan profit/laba dan meminimalkan kerugian/loss.
    Berikut ini adalah tips cara meraih profit dalam investasi saham menurut Soeratman Doerachman seorang "Investor senior" asal Indonesia yang di kutip dari detik finance.

    Saham merupakan salah satu instrumen investasi yang mampu memberikan return atau imbal hasil yang tinggi bagi investor. Tapi risiko investasi saham juga cukup tinggi.
    Salah mengambil langkah, investor bisa rugi besar karena keliru menempatkan modalnya di saham yang tepat. Lantas bagaimana investor pemula bisa berhasil di dalam investasi saham?

    Investor senior, Soeratman Doerachman yang akrab dikenal Eyang Ratman, berbagi tips sukses bagi investor pemula. Mantan Komisaris Indonesia AirAsia ini menyebut investor pemula sebaiknya membeli saham-saham unggulan seperti terangkum dalam LQ45.
    Alasannya saham unggulan tidak mudah 'digoreng-goreng' sehingga pergerakannya relatif stabil dan aktif.

    "Jangan istilah tergiur saham murah karena mudah digoreng atau dipermainkan. Sekarang masalahnya punya uang Rp 10 juta sampai Rp 20 juta masuk saham bagus. Meski punya Rp 10 juta nggak apa-apa beli 1-2 saham," kata Suratman saat acara diskusi investasi J-Club, di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Sabtu tanggal 7-3-2015.
    Lanjut Suratman, investor saham pemula sebaiknya belajar tentang jual beli saham tanpa memanfaatkan uang. Artinya investor pemula bisa memanfaatkan media paper trading.

    "Belajar dulu, pakai papar trading, dengan pura-pura punya uang belajar jual beli. Nggak pakai uang beneran, jeleknya nggak pakai uang beneran, kita berani saja," ujarnya,
    Pria berusia 73 tahun ini menyebut pengusaha pemula harus berpikir jangka panjang. Saat awal investasi, investor pemula harus berani rugi. Hal ini nantinya bisa dipakai sebagai proses pembelajaran.

    "Trading 1-2 tahun pertama rugi. Itu dianggap uang belajar. Tahun ketiga sama dengan deposito. Tahun keempat mulai dapat hasil di atas deposito. Tahun kelima dan keenam sama atau di atas IHSG dan tahun ketujuh bisa kalahkan reksa dana," ujarnya.
    Ia mengatakan, bisa saja investor pemula meraih untung jangka pendek. Ia menyarankan investor bisa membidik saham yang memiliki pergerakan fluktuatif.
    "Dia bisa beli pagi jual sore, kemudian beli 1 hari untuk ditahan atau one day trading, kemudian swing trading yakni 1-2 minggu ditahan," sebutnya.

    Alternatif Sektor Saham Terbaik Pilihan 2015 Yang Berpotensi Punya prospek Bagus Untuk Investasi?

    Ditahun 2015 ini ada banyak pilihan tentang investasi sektor saham yang terbaik untuk pilihan kita. Apa alasannya? Berikut ini adalah penjelasannya yang dikutip dari detik finance:
    Pasar cenderung menguat didorong oleh neraca perdagangan yang lebih baik dari ekspektasi dan juga kepercayaan investor akan langkah-langkah pemerintah Indonesia dalam mewujudkan kestabilan ekonomi.

    Trade Balance/neraca perdagangan Indonesia surplus US$ 23 juta jauh lebih baik daripada ekspekstasi yaitu defisit US$ 61 juta. Membaiknya neraca perdagangan juga akan berdampak positif bagi nilai tukar rupiah.

    Inflasi Indonesia November +6,23% year on year lebih tinggi dari ekspektasi +6,1% didorong oleh kenaikan harga dan transportasi setelah kenaikan BBM.

    Sektor perbankan, konstruksi, properti, infrastruktur berpotensi uptrend di tahun mendatang, terkait fokus pemerintah dalam pembangunan infrastruktur dan kelautan.

    Mengapa sektor perbankan? Semua proyek infrastruktur dan kelautan membutuhkan pendanaan yang diberikan terutama oleh bank-bank plat merah seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).

    Mengapa sektor konstruksi? Setiap pembangunan membutuhkan kontraktor dan sudah pasti sektor konstruksi akan berperan besar dalam hal ini.Demikian pula sektor infrastruktur, industri semen dan bangunan.

    Tak ketinggalan pula sektor telekomunikasi, terkait pengadaan fiber optic pada 46 pelabuhan yang rencananya akan dibangun dalam 5 tahun ini, belum lagi proyek-proyek infrastruktur lainnya.

    Semoga mencerahkan & salam profit!